Kamis, 29 Maret 2012

"Dibalik Ungkapan mereka"

yang menjadi pertanyaan serius dalam hidupku adalah Setiap pasutri baru,selalu memancingku dengan kalimat itu. mereka sellau mengatakan."ان لم تبدا الآن ,ستندم في المستقبل؟

ketika mereka mengatakan pesen ini,ada dua opsi prediksi ana,antara dua kemunkinan.BAHAGIA & TERPAKSA BAHGIA.

1.Bs saja ia bahagia namun dibalik kebhagiaaannya ada BEBAN FIKIR yg tersembunyi. Dan itu tdk sedikit,sudah cukup banyak contoh yg ada di lingkungan Masyarakat. Hal yg lumra tentu diawal-awal pembangunan rumah tangga krn saat itulah segala hal baru dimulai saat kita mengetahui CINTA YG SESUNGGUHnya. Namun Anda jgn lupa bahwa dua tiga bulan kedepan tentu suasana demi suasana akan terasa cukup BERBEDA. Apalagi diukur dengan kemampuan kita yg terbatas u/ mengapai MAY"ISAH yg lebih. Makanya dibeberapa makala/artikel jg pengalaman yg sudah jg mereka tdk memunkiri pendapat ini. y tentu bkn krn iri ya,namun jk kita ingin merendahkan hati kita u/ mau sadar,maka setiap Anda akan benar2 sadar(khsusnya yg sdh? bahwa itu memang benar. Sebab menurut saya,diantara sekian banyak ikhwah yg ngebet nikah dri sekian persen,yg kata gori sudah cukup dri berbagai sudut pertimbangan finansialnya cuma 5-20 persen(bukan materi mksd ana) namun setelahnya. Kalau Anda setuju akan saya klarifikasikan beberapa contoh kecil berikut:

a.setelah nikah,hidupnya justru berantakan.kumu,rumah jarang terurus,ikrom duyuf jg lemah,suami cuci pakaian plus jemur,istri nyari duit,serba kebalik profesi masing2.suami tinggl dmn,istri tnggl dmn jg ndak jelas,padahal kalau kita kaitkan dengan perasaan mk hal itu akan sangat menyelisihi BATHIN masing2 dan janji setia CINTA yg pernah ada.APA JANJI SETIANYA dahulu kala??

'saya akan menCINTAImu dri waktu ke waktu...28 jam NONSTOP klau ada...dst'.

Namun jg yg blebih parah lg,seakan penghasilan adalah ukuran PRIMER dlm membangun rumah tangga sementara ia lupakan NAFKAH RUHYIAH dalam membangun rumah tangga dri sisi yg lain. Dal hal itu cukup banyak,kita tidak perlu menilai orang awam tp yg jelas2 dahulu.
fenomena ini bisa Anda perhatikan IKHWAH2 ALUMNUS dan ALUMNI معاهد-معاهد. Berapa banyak yg hingga saat ini masih bisa menjaga dalil dan Al-Quran yg pernah yg pelajari atau bahkan ia ajarkan??

Betapa sedih hati ini ketika salah seorang ikhwah yg kita tanya,'Ko pakaianmu ko gt?.
'Ngga papa yg penting masih SHOLAT'.jwbnya dgn enteng.seakan tak beban.

Subhaanalloh,indah bukan RUMAHTANGGA mereka?? itu baru satu,blm yg lain.

makanya saya selalu bilang bahwa,
"KEBAHAGIAAN TDK SELAMANYA DIUKUR DRI INDAH KESING HP,KALIMATNYA YG BAIK KETIKA MENYAPA ANDA

NAMUN SEJAUH MANA TANGGUNGJAWAB ANDA TERHADAP KELUARGAMU KEPADA ALLOH DRI BERBAGAI SISI".

2.TERPAKSA BAHAGIA.apa pengertian ungkapan ini,ibarat seorang musafir yang DAHAGA/Haus akan seteguk AIR. Sesampai dirumah ia cerita,ayah, ibu, kaka, adek dll. uuuii...tadi dijalan haus2 nyari air,eh ada yg nawari segelas ES KELAPA,subhaanalloh nikmaaat bnget'.katanya sambil terengah2.
Lalu diantara keluarganya ada yg jawab,'KARENA GRATISNYA YAA...??!
'Hahahahahahahaha....'.sahut keluarga yg lain.
dengan sedikit malu ia jawab:
'Mmmmmm...he em gt deh'.

kenapa ia jawab demikian?? karena pada moment itu ia belum punya ide u/ mendapatkan ia dengan usahanya...hal itu sangat sejalas dibalik ekspresinya terhadap pencapai seteguk Air itu.

Uh..kaya dah ngalami aja. ngga papa ya sobat,sedikit berbagi saja,barangkali bermanfaat u/ kita yg AKAN...

SO,JGN TERSINGGANG,SINGGENG YA...INSYALLOH BKN PENGALAMAN TP MELIHAT DENGAN "MATA KAKI" SENDIRI..HEHE...8-)

0 komentar:

Posting Komentar